Sabtu, 26 Desember 2009

Download Microsoft Office Professional Plus 2010

Microsoft Office Professional Plus 2010 telah dirilis. Anda bisa mendownload dan mendapatkan serial numbernya disini.
Microsoft Office Professional Plus 2010 berisikan Microsoft Word, Exel, Powerpoint, Outlook, Access, Publisher, Infopath 2010, dan SharePonit Workspace.


Untuk mendownloadnya, gunakan link dibawah ini,





Dan ini adalah Serial Number nya :

VTM6G-YPQ9Q-BVYJQ-37RYH-R4X38

Jika puas, silahkan berkomentar.

Download Corel Draw Graphics Suite X4 dengan serial number

Download Corel Draw Graphics Suite X4

Corel Draw adalah software yang mudah digunakan bagi para desainer, aplikasi berbasis vector dan bitmap mendukung untuk kebutuhan pembuatan kartun, clip art dan beberapa desain profesional seperti brosur, pamflet, tata letak buku, cover, logo dan lain-lain. Untuk itu saya membantu Anda agar Anda dapat memilikinya melalui gambar di bawah ini. ( Tinggal klik gambar aja )



Jika Anda telah selesai mendownloadnya, maka Saya memberikan serial numbernya untuk Anda.

1. DR14N22JKPLHYPLP8FA8ZBDZGFKZCNS56

2. DR14B98NMPMSL9MM7WT668D884F8TBVHS


Jika serial number tidak cocok, silahkan berkomentar.

Jumat, 25 Desember 2009

Mengganti Header Blog dengan Banner

Ada yang bertanya pada saya, bagaimana  cara ganti header blog dengan banner? kan biasanya cuma tulisan biasa? kok bisa jadi banner?


Nah, maka dari itu saya berpikir untuk membuat posting tentang mengganti header blog dengan banner.
Langkah I :
1. Buatlah sebuah banner yang ukurannya sesuai dengan lebar header blog Anda. Atau Anda dapat menggunakan CoolText.Com.
2. Kemudian Anda klik banner yang ditawarkan oleh cooltext.com tadi.
3. Ganti nama logo text dengan nama judul blog Anda dan kemudian render logo
4. Setelah itu pilih Get HTML code
5. Copy kode tersebut

Langkah II :
1. Menuju tata letak atau layout dan kemudian pilih edit HTML
2. cari kode  
<div id='header-wrapper'>
kemudian hapus kode
<b:section class='header' id='header' maxwidgets='1'>
<b:widget id='Header1' locked='true' title='Judul Blog Anda (Header)' type='Header'/>
</b:section>
lalu ganti dengan code yang Anda dapatkan di Cooltext.com tadi.
3. Simpan template dan lihat hasilnya.

Contoh.
Awalnya :

<div id='header-wrapper'>
<b:section class='header' id='header' maxwidgets='1'>
<b:widget id='Header1' locked='true' title='Ilmu Kita-Kita (Header)' type='Header'/>
</b:section>
</div>


Lalu menjadi :

<div id='header-wrapper'>
<a href='http://ilmukitakita-bermanfaat.blogspot.com'><img alt='Ilmu Kita-Kita' height='78' src='http://images.cooltext.com/1255762.gif' width='360'/></a>
</div>




Dan hasilnya adalah..

Ilmu Kita-Kita

Jika puas, silahkan berkomentar yang membangun.

Rabu, 23 Desember 2009

Internet Download Manager 5.18 build 5

Apakah Anda punya masalah dalam mendownload sebuah file, lagu, video, atau software?
Apakah Anda ingin mendownload dengan cepat?
Saya punya solusinya, dengan Internet Download Manager 5.18 maka Anda akan terbebas dari masalah tersebut.

Untuk bisa mendownloadnya, silahkan Anda klik gambar IDM 5.18 build 5 di bawah ini.



Setelah Anda berhasil mendownloadnya, lalu Anda install IDM tersebut maka IDM tersebut dalam versi Trial.
Supaya menjadi full version, Anda harus mendownload Patch untuk IDM tersebut. Untuk mendownloadnya Anda bisa klik gambar ini.







atau jika Anda dapat menggunakan data-data ini untuk merubahnya ke full versi,


First Name:     Ilmu Kita-Kita
Last Name:     Bermanfaat
E-mail:            mamie478@gmail.com
Serial:             NMM0V-BLGMP-VRLFD-LIKEU


Nb: Sebarkan posting ini dan sertakan sumbernya.

Jika Anda puas, beri tahu teman-teman. Jika tidak puas, beri tahu saya.

Selasa, 22 Desember 2009

Download Kaspersky Anti Virus dan Kaspersky Internet Security 2010 9.0.0.736 dan Patch

Sebuah Antivirus baru dari Kaspersky Labs telah menggebrak dunia komputer. Antivirus ini dapat mendeteksi virus dan membersihkan virus dengan cepat ketika virus baru saja menghinggapi komputer Anda. Kaspersky 9.0.0.736 ini dilengkapi dengan fasilitas yang sangat canggih untuk mendeteksi virus dengan cepat. Kaspersky ini telah mengenal banyak virus. Dan kaspersky ini juga memberikan fitur terbaru yang sangat canggih.

KAV 9.0.0.736





KIS 9.0.0.736


Dan beberapa fitur baru tersebut meliputi Essential Protection, Extended Protection, Preventive Protection, Advanced Protection and Recovery, Data and Identity Theft Protection, Content Filtering etc.

Kaspersky Internet Security 2010 memiliki semua yang anda butuhkan agar tercipta rasa aman selama anda beraktifitas di internet. Kaspersky Internet Security 9.0 - adalah sebuah produk baru Kaspersky Labs, yang dirancang untuk memberikan multi perlindungan komputer pribadi. Produk ini memiliki berbagai teknologi untuk memberikan perlindungan maksimum kepada para penggunanya. Kaspersky Labs juga memberikan online-services untuk anda semua para pengguna antivirus Kaspersky Internet Security 2010 9.0.0.736

Beberapa fitur baru telah ditambahkan untuk memaksimalkan perlindungan yang diberikan oleh internet security ini. Dan beberapa fitur baru tersebut meliputi Essential Protection, Extended Protection, Preventive Protection, Advanced Protection and Recovery, Data and Identity Theft Protection, Content Filtering etc.

Setelah Anda mendownload KAV dan KIS 2010 tersebut, pastinya setelah Anda install, maka Anda akan mengaktifkan Trial Version selama sebulan (30 hari). Untuk itu saya telah menyediakan Patch nya untuk Anda dengan Beta Version selama sebulan.

Jadi apa yang membedakannya? kan sama-sama sebulan aktifnya?


Nah...yang membedakannya adalah Beta Version bisa diaktifkan lagi jika masa aktifnya habis. Untuk mendapatkan Patch tersebut, Anda bisa download disini..


Jika ingin menggunakan Serial Number, ini saya berikan,

6EEEF-41G5P-M2QH2-WXJSM

1.Untuk mengaktifkan Patch ini, kita harus membaca Manual Method pada patchnya terlebih dahulu
2. Kita harus mempunyai koneksi internet

Jika puas, silahkan berkomentar yang membangun.

Sabtu, 19 Desember 2009

Cara membuat Emoticons di Posting

Jika Anda ingin menampilkan emoticons pada posting artikel Anda, maka
saya akan menampilkan emoticons pada posting yang saya ambil dari Kang Rohman.


<img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/wink.gif" />


<img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/biggrin.gif" />


<img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/cool.gif" />


<img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/mad.gif" />


<img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/sad.gif" />


<img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/ohmy.gif" />


<img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/tongue.gif" />


<img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/smile.gif" />


Warnai posting blog Anda dengan emoticons tersebut..
Selamat mencoba..

Cara membuat Read more

Jika Anda blogger yang ingin mempersingkat artikel Anda dengan tulisan Read more, maka saya akan membantu Anda membuatnya.
1. Masuklah ke account blogger Anda
2. Menuju ke Tata Letak atau Layout
3. Pilih Edit HTML
4. Centang Expand Widget Templates
5. Masukkan kode di bawah ini sebelum kode ]]></b:skin>
dan di atas kode </head>
<style>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
span.fullpost {display:inline;}
<b:else/>
span.fullpost {display:none;}
</b:if>
</style>
<p><data:post.body/></p>, dan tambahkan kode seperti ini di bawahnya,
<b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
<a expr:href='data:post.url'> Read More..</a>
</b:if>
7. Save settingan

8. Ketika Anda akan membuat posting, maka cantumkan kode <span class="fullpost"> di tempat posting yang akan Anda potong dan letakkan dalam mode HTML bukan Compose. Di akhir postingan, Anda bubuhkan kode </span>

contoh :

Saya membuat posting ini dan akan saya potong disini.<span class="fullpost"> Dan selanjutnya akan simpan dalam bentuk read more..</span>

maka hasilnya akan seperti ini,

Saya akan membuat posting ini dan akan saya potong disini. Read more..

9. Terbitkan Entri dan lihat hasilnya, jika tidak berhasil silahkan comment disini

Jumat, 18 Desember 2009

Cara membuat tulisan berjalan ( Marquee)

Nah, kali ini saya akan menjelaskan cara membuat teks berjalan atau "Marquee"....
Ada banyak jenis marquee, ada yang berjalan dari kiri ke kanan. kanan ke kiri, atas ke bawah, bawah ke atas, bahkan bisa pakai pantulan.






1. Untuk marquee barjalan ke samping adalah dgn mencantumkan kode ini:

<marquee direction="left"><b>Selamat Datang di blog Saya </b></marquee>


Selamat Datang di blog Saya 


2. Dan ini untuk tulisan berjalan ke atas

<marquee direction="up" onmouseout="this.start()" onmouseover="this.stop()"><b>Selamat Datang di blog Saya</b> </marquee>

Selamat Datang di blog Saya

3. Selanjutnya adalah marquee yang berisikan link didalamnya, dapat mengcopy kode ini

<marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()" scrollamount="5" direction="up" width="100%" height="100" align="center">

Selamat Datang di <a href="http://ilmukitakita-bermanfaat.blogspot.com" target="new">Ilmu Kita-Kita</a><br/>

</marquee>




Selamat Datang di Ilmu Kita-Kita




NB:
1. direction dapat kita ubah sesuai keinginan kita
misalnya "left", "right", "down", "up"
2. link dan kalimat berjalan dapat kita ubah sesuai kebutuhan kita

Semoga bermanfaat untuk Anda...

Jumat, 31 Juli 2009

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi



Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi antara lain konsentrasi, sifat zat yang bereaksi, suhu dan katalisator.

A. KONSENTRASI
Dari berbagai percobaan menunjukkan bahwa makin besar konsentrasi zat-zat yang bereaksi makin cepat reaksinya berlangsung. Makin besar konsentrasi makin banyak zat-zat yang bereaksi sehingga makinbesar kemungkinan terjadinya tumbukan dengan demikian makin besar pula kemungkinan terjadinya reaksi.


B. SIFAT ZAT YANG BEREAKSI
Sifat mudah sukarnya suatu zat bereaksi akan menentukan kecepatan berlangsungnya reaksi.

Secara umum dinyatakan bahwa:
-
Reaksi antara senyawa ion umumnya berlangsung cepat.
Hal ini disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik antara ion-ion yang muatannya berlawanan.

Contoh: Ca2+(aq) + CO32+(aq) ® CaCO3(s)
Reaksi ini berlangsung dengan cepat.


-
Reaksi antara senyawa kovalen umumnya berlangsung lambat.
Hal ini disebabkan karena untuk berlangsungnya reaksi tersebut dibutuhkan energi untuk memutuskan ikatan-ikatan kovalen yang terdapat dalam molekul zat yang bereaksi.

Contoh: CH4(g) + Cl2(g) ® CH3Cl(g) + HCl(g)
Reaksi ini berjalan lamb
at reaksinya dapat dipercepat apabila diberi energi misalnya cahaya matahari.


C. SUHU
Pada umumnya reaksi akan berlangsung lebih cepat bila suhu dinaikkan. Dengan menaikkan suhu maka energi kinetik molekul-molekul zat yang bereaksi akan bertambah sehingga akan lebih banyak molekul yang memiliki energi sama atau lebih besar dari Ea. Dengan demikian lebih banyak molekul yang dapat mencapai keadaan transisi atau dengan kata lain kecepatan reaksi menjadi lebih besar. Secara matematis hubungan antara nilai tetapan laju reaksi (k) terhadap suhu dinyatakan oleh formulasi ARRHENIUS:








k = A . e-E/RT





dimana:

k : tetapan laju reaksi
A : tetapan Arrhenius
yang harganya khas untuk setiap reaksi
E : energi pengaktifan
R : tetapan gas universal = 0.0821.atm/moloK = 8.314 joule/moloK
T : suhu reaksi (oK)



D. KATALISATOR
Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi dengan maksud memperbesar kecepatan reaksi. Katalis terkadang ikut terlibat dalam reaksi tetapi tidak mengalami perubahan kimiawi yang permanen, dengan kata lain pada akhir reaksi katalis akan dijumpai kembali dalam bentuk dan jumlah yang sama seperti sebelum reaksi.
Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan reaksinya (mempercepat reaksi) dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi yang baru. Dengan menurunnya energi pengaktifan maka pada suhu yang sama reaksi dapat berlangsung lebih cepat.

Tahap Menuju Kecepatan Reaksi


Dalam suatu reaksi kimia berlangsungnya suatu reaksi dari keadaan semula (awal) sampai keadaan akhir diperkirakan melalui beberapa tahap reaksi.

Contoh: 4 HBr(g) + O2(g) ® 2 H2O(g) + 2 Br2(g)

Dari persamaan reaksi di atas terlihat bahwa tiap 1 molekul O2 bereaksi dengan 4 molekul HBr. Suatu reaksi baru dapat berlangsung apabila ada tumbukan yang berhasil antara molekul-molekul yang bereaksi. Tumbukan sekaligus antara 4 molekul HBr dengan 1 molekul O2 kecil sekali kemungkinannya untuk berhasil. Tumbukan yang mungkin berhasil adalah tumbukan antara 2 molekul yaitu 1 molekul HBr dengan 1 molekul O2. Hal ini berarti reaksi di atas harus berlangsung dalam beberapa tahap dan diperkirakan tahap-tahapnya adalah :

Tahap 1: HBr + O2 ® HOOBr (lambat)
Tahap 2: HBr + HOOBr ® 2HOBr (cepat)
Tahap 3: (HBr + HOBr ® H2O + Br2) x 2 (cepat)
------------------------------------------------------ +
4 HBr + O2 --> 2H2O + 2 Br2

Dari contoh di atas ternyata secara eksperimen kecepatan berlangsungnya reaksi tersebut ditentukan oleh kecepatan reaksi pembentukan HOOBr yaitu reaksi yang berlangsungnya paling lambat.

Rangkaian tahap-tahap reaksi dalam suatu reaksi disebut "mekanisme reaksi" dan kecepatan berlangsungnya reaksi keselurahan ditentukan oleh reaksi yang paling lambat dalam mekanisme reaksi. Oleh karena itu, tahap ini disebut tahap penentu kecepatan reaksi.

Teori Tumbukan dan Teori Keadaan Transisi


Teori tumbukan didasarkan atas teori kinetik gas yang mengamati tentang bagaimana suatu reaksi kimia dapat terjadi. Menurut teori tersebut kecepatan reaksi antara dua jenis molekul A dan B sama dengan jumiah tumbukan yang terjadi per satuan waktu antara kedua jenis molekul tersebut. Jumlah tumbukan yang terjadi persatuan waktu sebanding dengan konsentrasi A dan konsentrasi B. Jadi makin besar konsentrasi A dan konsentrasi B akan semakin besar pula jumlah tumbukan yang terjadi.

TEORI TUMBUKAN INI TERNYATA MEMILIKI BEBERAPA KELEMAHAN, ANTARA LAIN :

-

tidak semua tumbukan menghasilkan reaksi sebab ada energi tertentu yang harus dilewati (disebut energi aktivasi = energi pengaktifan) untak dapat menghasilkan reaksi. Reaksi hanya akan terjadi bila energi tumbukannya lebih besar atau sama dengan energi pengaktifan (Ea).

- molekul yang lebih rumit struktur ruangnya menghasilkan tumbukan yang tidak sama jumlahnya dibandingkan dengan molekul yang sederhana struktur ruangnya.

Teori tumbukan di atas diperbaiki oleh tcori keadaan transisi atau teori laju reaksi absolut. Dalam teori ini diandaikan bahwa ada suatu keadaan yang harus dilewati oleh molekul-molekul yang bereaksi dalam tujuannya menuju ke keadaan akhir (produk). Keadaan tersebut dinamakan keadaan transisi. Mekanisme reaksi keadaan transisi dapat ditulis sebagai berikut:

A + B ® T* --> C + D

dimana:

- A dan B adalah molekul-molekul pereaksi
- T* adalah molekul dalam keadaan transisi
- C dan D adalah molekul-molekul hasil reaksi

SECARA DIAGRAM KEADAAN TRANSISI INI DAPAT DINYATAKAN SESUAI KURVA BERIKUT


Dari diagram terlibat bahwa energi pengaktifan (Ea) merupakan energi keadaan awal sampai dengan energi keadaan transisi. Hal tersebut berarti bahwa molekul-molekul pereaksi harus memiliki energi paling sedikit sebesar energi pengaktifan (Ea) agar dapat mencapai keadaan transisi (T*) dan kemudian menjadi hasil reaksi (C + D).

Catatan :
energi pengaktifan (= energi aktivasi) adalah jumlah energi minimum yang dibutuhkan oleh molekul-molekul pereaksi agar dapat melangsungkan reaksi.

Orde Reaksi


Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi kecepatan reaksi.
Penentuan orde reaksi tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi tetapi hanya dapat ditentukan berdasarkan percobaan.

Suatu reaksi yang diturunkan secara eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi :

v = k (A) (B) 2

persamaan tersebut mengandung pengertian reaksi orde 1 terhadap zat A dan merupakan reaksi orde 2 terhadap zat B. Secara keselurahan reaksi tersebut adalah reaksi orde 3.

Contoh soal:

Dari reaksi 2NO(g) + Br2(g) ® 2NOBr(g)

dibuat percobaan dan diperoleh data sebagai berikut:

No. (NO) mol/l (Br2) mol/l Kecepatan Reaksi
mol / 1 / detik
1. 0.1 0.1 12
2. 0.1 0.2 24
3. 0.1 0.3 36
4. 0.2 0.1 48
5. 0.3 0.1 108

Pertanyaan:

a. Tentukan orde reaksinya !
b. Tentukan harga k (tetapan laju reaksi) !

Jawab:

a.

Pertama-tama kita misalkan rumus kecepatan reaksinya adalah V = k(NO)x(Br2)y : jadi kita harus mencari nilai x den y.
Untuk menentukan nilai x maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap Br2 tidak berubah, yaitu data (1) dan (4).
Dari data ini terlihat konsentrasi NO naik 2 kali sedangkan kecepatan reaksinya naik 4 kali maka :

2x = 4 ® x = 2 (reaksi orde 2 terhadap NO)

Untuk menentukan nilai y maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap NO tidak berubah yaitu data (1) dan (2). Dari data ini terlihat konsentrasi Br2 naik 2 kali, sedangkan kecepatan reaksinya naik 2 kali, maka :

2y = 2 ® y = 1 (reaksi orde 1 terhadap Br2)

Jadi rumus kecepatan reaksinya : V = k(NO)2(Br2) (reaksi orde 3)

b.

Untuk menentukan nilai k cukup kita ambil salah satu data percobaan saja misalnya data (1), maka:

V = k(NO)2(Br2)
12 = k(0.1)2(0.1)

k = 12 x 103 mol-212det-1

Konsentrasi dan Kecepatan Reaksi


Kecepatan reaksi adalah banyaknya mol/liter suatu zat yang dapat berubah menjadi zat lain dalam setiap satuan waktu.

Untuk reaksi: aA + bB ® mM + nN
maka kecepatan reaksinya adalah:


1 (dA) 1 d(B) 1 d(M) 1 d(N)
V = - ------- = - ------- = + -------- = + ----------

a dt b dt m dt n dt

dimana:

- 1/a . d(A) /dt = rA = kecepatan reaksi zat A = pengurangan konsentrasi zat A per satuan wakru.
- 1/b . d(B) /dt = rB = kecepatan reaksi zat B = pengurangan konsentrasi zat B per satuan waktu.
- 1/m . d(M) /dt = rM = kecepatan reaksi zat M = penambahan konsentrasi zat M per satuan waktu.
- 1/n . d(N) /dt = rN = kecepatan reaksi zat N = penambahan konsentrasi zat N per satuan waktu.

Pada umumnya kecepatan reaksi akan besar bila konsentrasi pereaksi cukup besar. Dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi sebagai akibat reaksi, maka akan berkurang pula kecepatannya.

Secara umum kecepatan reaksi dapat dirumuskan sebagai berikut:

V = k(A) x (B) y

dimana:

V = kecepatan reaksi
k = tetapan laju reaksi
x = orde reaksi terhadap zat A
y = orde reaksi terhadap zat B
(x + y) adalah orde reaksi keseluruhan
(A) dan (B) adalah konsentrasi zat pereaksi.

Minggu, 26 Juli 2009

Pembuatan Koloid

A.

Cara Kondensasi

Cara kondensasi termasuk cara kimia.



kondensasi
Prinsip : Partikel Molekular --------------> Partikel Koloid

Reaksi kimia untuk menghasilkan koloid meliputi :

1. Reaksi Redoks
2 H2S(g) + SO2(aq) ® 3 S(s) + 2 H2O(l)

2. Reaksi Hidrolisis
FeCl3(aq) + 3 H2O(l) ® Fe(OH)3(s) + 3 HCl(aq)

3. Reaksi Substitusi
2 H3AsO3(aq) + 3 H2S(g) ® As2S3(s) + 6 H2O(l)

4.

Reaksi Penggaraman
Beberapa sol garam yang sukar larut seperti AgCl, AgBr, PbI2, BaSO4 dapat membentuk partikel koloid dengan pereaksi yang encer.
AgNO3(aq) (encer) + NaCl(aq) (encer) ® AgCl(s) + NaNO3(aq) (encer)

B.

Cara Dispersi

Prinsip : Partikel Besar ----------------> Partikel Koloid

Cara dispersi dapat dilakukan dengan cara mekanik atau cara kimia:

1. Cara Mekanik
Cara ini dilakukan dari gumpalan partikel yang besar kemudian dihaluskan dengan cara penggerusan atau penggilingan.

2. Cara Busur Bredig
Cara ini digunakan untak membuat sol-sol logam.

3. Cara Peptisasi
Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah).
Contoh:
- Agar-agar dipeptisasi oleh air ; karet oleh bensin.
- Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S ; endapan Al(OH)3 oleh AlCl3

Elektroferisis dan Dialisis


ELEKTROFERESIS

Elektroferesis adalah peristiwa pergerakan partikel koloid yang bermuatan ke salah satu elektroda.
Elektrotoresis dapat digunakan untuk mendeteksi muatan partikel koloid. Jika partikel koloid berkumpul di elektroda positif berarti koloid bermuatan negatif dan jika partikel koloid berkumpul di elektroda negatif berarti koloid bermuatan positif.
Prinsip elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap dalam suatu industri dengan alat Cottrell.

DIALISIS

Dialisis adalah proses pemurnian partikel koloid dari muatan-muatan yang menempel pada permukaannya.
Pada proses dialisis ini digunakan selaput semipermeabel.

Sifat-Sifat Koloid


Sifat-sifat khas koloid meliputi :

a.

Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid.

b.

Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak acak, gerak tidak beraturan dari partikel koloid.


Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+

Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-
c.

Adsorbsi
Beberapa partikel koloid mempunyai sifat adsorbsi (penyerapan) terhadap partikel atau ion atau senyawa yang lain.
Penyerapan pada permukaan ini disebut adsorbsi (harus dibedakan dari absorbsi yang artinya penyerapan sampai ke bawah permukaan).
Contoh :
(i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+.
(ii) Koloid As2S3 bermuatan negatit karena permukaannya menyerap ion S2.

d.

Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid.
Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.

e.

Koloid Liofil dan Koloid Liofob
Koloid ini terjadi pada sol yaitu fase terdispersinya padatan dan medium pendispersinya cairan.

Koloid Liofil: sistem koloid yang affinitas fase terdispersinya besar terhadap medium pendispersinya.
Contoh: sol kanji, agar-agar, lem, cat
Koloid Liofob: sistem koloid yang affinitas fase terdispersinya kecil terhadap medium pendispersinya.
Contoh: sol belerang, sol emas.

Sistem Dispers dan Sistem Koloid


SISTEM DISPERS

A.

Dispersi kasar
(suspensi)

: partikel zat yang didispersikan berukuran lebih besar dari 100 nm.
B.

Dispersi koloid

: partikel zat yang didispersikan berukuran antara 1 nm - 100 nm.
C. Dispersi molekuler
(larutan sejati)
: partikel zat yang didispersikan berukuran lebih kecil dari 1 nm.

Sistem koloid pada hakekatnya terdiri atas dua fase, yaitu fase terdispersi dan medium pendispersi.
Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium pendispersi.

JENIS KOLOID

Sistem koloid digolongkan berdasarkan pada jenis fase terdispersi dan medium pendispersinya.

- koloid yang mengandung fase terdispersi padat disebut sol.
- koloid yang mengandung fase terdispersi cair disebut emulsi.
- koloid yang mengandung fase terdispersi gas disebut buih.

Energi-Energi dan Ikatan Kimia


Reaksi kimia merupakan proses pemutusan dan pembentukan ikatan. Proses ini selalu disertai perubahan energi. Energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan kimia, sehingga membentuk radikal-radikal bebas disebut energi ikatan. Untuk molekul kompleks, energi yang dibutuhkan untuk memecah molekul itu sehingga membentuk atom-atom bebas disebut energi atomisasi.

Harga energi atomisasi ini merupakan jumlah energi ikatan atom-atom dalam molekul tersebut. Untuk molekul kovalen yang terdiri dari dua atom seperti H2, 02, N2 atau HI yang mempunyai satu ikatan maka energi atomisasi sama dengan energi ikatan Energi atomisasi suatu senyawa dapat ditentukan dengan cara pertolongan entalpi pembentukan senyawa tersebut. Secara matematis hal tersebut dapat dijabarkan dengan persamaan :

DH reaksi = S energi pemutusan ikatan - S energi pembentukan ikatan
= S energi ikatan di kiri - S energi ikatan di kanan

Contoh:

Diketahui :

energi ikatan

C - H = 414,5 kJ/Mol
C = C = 612,4 kJ/mol
C - C = 346,9 kJ/mol
H - H = 436,8 kJ/mol

Ditanya:

DH reaksi = C2H4(g) + H2(g) ® C2H6(g)

DH reaksi = Jumlah energi pemutusan ikatan - Jumlah energi pembentukan ikatan

= (4(C-H) + (C=C) + (H-H)) - (6(C-H) + (C-C))
= ((C=C) + (H-H)) - (2(C-H) + (C-C))
= (612.4 + 436.8) - (2 x 414.5 + 346.9)
= - 126,7 kJ

Penentuan Perubahan Entalpi dan Hukum Hess


PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI

Untuk menentukan perubahan entalpi pada suatu reaksi kimia biasanya digunakan alat seperti kalorimeter, termometer dan sebagainya yang mungkin lebih sensitif.

Perhitungan : DH reaksi = S DHfo produk - S DHfo reaktan

HUKUM HESS

"Jumlah panas yang dibutuhkan atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi ditentukan oleh keadaan awal dan akhir."

Contoh:

C(s) + O2(g) ® CO2(g) ; DH = x kJ ® 1 tahap
C(s) + 1/2 02(g) ® CO(g) ; DH = y kJ ® 2 tahap
CO(g) + 1/2 O2(g) ® CO2(g) ; DH = z kJ
------------------------------------------------------------ +
C(s) + O2(g) ® CO2(g) ; DH = y + z kJ

Menurut Hukum Hess : x = y + z

Perubahan Entalpi


Entalpi = H = Kalor reaksi pada tekanan tetap = Qp
Perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap.

a. Pemutusan ikatan membutuhkan energi (= endoterm)
Contoh: H2 ® 2H - a kJ ; DH= +akJ
b. Pembentukan ikatan memberikan energi (= eksoterm)
Contoh: 2H ® H2 + a kJ ; DH = -a kJ

Istilah yang digunakan pada perubahan entalpi :

1.

Entalpi Pembentakan Standar ( DHf ):
DH untak membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsur-unsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm.

Contoh: H2(g) + 1/2 O2(g) ® H20 (l) ; DHf = -285.85 kJ

2.

Entalpi Penguraian:
DH dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi unsur-unsurnya (= Kebalikan dari DH pembentukan).

Contoh: H2O (l) ® H2(g) + 1/2 O2(g) ; DH = +285.85 kJ

3.

Entalpi Pembakaran Standar ( DHc ):
DH untuk membakar 1 mol persenyawaan dengan O2 dari udara yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm.

Contoh: CH4(g) + 2O2(g) ® CO2(g) + 2H2O(l) ; DHc = -802 kJ

4.

Entalpi Reaksi:
DH dari suatu persamaan reaksi di mana zat-zat yang terdapat dalam persamaan reaksi dinyatakan dalam satuan mol dan koefisien-koefisien persamaan reaksi bulat sederhana.

Contoh: 2Al + 3H2SO4 ® Al2(SO4)3 + 3H2 ; DH = -1468 kJ

5.

Entalpi Netralisasi:
DH yang dihasilkan (selalu eksoterm) pada reaksi penetralan asam atau basa.

Contoh: NaOH(aq) + HCl(aq) ® NaCl(aq) + H2O(l) ; DH = -890.4 kJ/mol

6.

Hukum Lavoisier-Laplace
"Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol zat dari unsur-unsurya = jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat tersebut menjadi unsur-unsur pembentuknya."
Artinya : Apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang terbentuk juga dibalik dari positif menjadi negatif atau sebaliknya

Contoh:
N2(g) + 3H2(g) ® 2NH3(g) ; DH = - 112 kJ
2NH3(g) ® N2(g) + 3H2(g) ; DH = + 112 kJ

Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm

a.

Reaksi Eksoterm

Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas.
Pada reaksi eksoterm harga
DH = ( - )

Contoh : C(s) + O2(g) ® CO2(g) + 393.5 kJ ;
DH = -393.5 kJ

b.

Reaksi Endoterm

Pada reaksi endoterm terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas.
Pada reaksi endoterm harga
DH = ( + )

Contoh : CaCO3(s) ® CaO(s) + CO2(g) - 178.5 kJ ;
DH = +178.5 kJ

Hitungan Kimia


Hitungan kimia adalah cara-cara perhitungan yang berorientasi pada hukum-hukum dasar ilmu kimia.

Dalam hal ini akan diberikan bermacam-macam contoh soal hitungan kimia beserta pembahasanya.

Contoh-contoh soal :

1.

Berapa persen kadar kalsium (Ca) dalam kalsium karbonat ? (Ar: C = 12 ; O= 16 ; Ca=40)

Jawab :

1 mol CaCO, mengandung 1 mol Ca + 1 mol C + 3 mol O
Mr CaCO3 = 40 + 12 + 48 = 100
Jadi kadar kalsium dalam CaCO3 = 40/100 x 100% = 40%

2.

Sebanyak 5.4 gram logam alumunium (Ar = 27) direaksikan dengan asam klorida encer berlebih sesuai reaksi :

2 Al (s) + 6 HCl (aq) ® 2 AlCl3 (aq) + 3 H2 (g)

Berapa gram aluminium klorida dan berapa liter gas hidrogen yang dihasilkan pada kondisi standar ?

Jawab:

Dari persamaan reaksi dapat dinyatakan
2 mol Al x 2 mol AlCl3 ®
3 mol H2
5.4 gram Al = 5.4/27 = 0.2 mol

Jadi:

AlCl3 yang terbentuk = 0.2 x Mr AlCl3 = 0.2 x 133.5 = 26.7 gram
Volume gas H2 yang dihasilkan (0o C, 1 atm) = 3/2 x 0.2 x 22.4 = 6.72 liter

3.

Suatu bijih besi mengandung 80% Fe2O3 (Ar: Fe=56; O=16). Oksida ini direduksi dengan gas CO sehingga dihasilkan besi.
Berapa ton bijih besi diperlukan untuk membuat 224 ton besi ?

Jawab:

1 mol Fe2O3 mengandung 2 mol Fe
maka : massa Fe2O3 = ( Mr Fe2O3/2 Ar Fe ) x massa Fe = (160/112) x 224 = 320 ton
Jadi bijih besi yang diperlukan = (100 / 80) x 320 ton = 400 ton

4.

Untuk menentukan air kristal tembaga sulfat 24.95 gram garam tersebut dipanaskan sampai semua air kristalnya menguap. Setelah pemanasan massa garam tersebut menjadi 15.95 gram. Berapa banyak air kristal yang terkandung dalam garam tersebut ?

Jawab :

misalkan rumus garamnya adalah CuSO4 . xH2O

CuSO4 . xH2O ® CuSO4 + xH2O

24.95 gram CuSO4 . xH2O = 159.5 + 18x mol

15.95 gram CuSO4 = 159.5 mol = 0.1 mol

menurut persamaan reaksi di atas dapat dinyatakan bahwa:
banyaknya mol CuS04 . xH2O = mol CuSO4; sehingga persamaannya

24.95/ (159.5 + 18x) = 0.1 ® x = 5

Jadi rumus garamnya adalah CuS04 . 5H2O

Rumus Empiris dan Rumus Molekul

Rumus empiris adalah rumus yang paling sederhana dari suatu senyawa.
Rumus ini hanya menyatakan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat dalam molekul.
Rumus empiris suatu senyawa dapat ditentukan apabila diketahui salah satu:
- massa dan Ar masing-masing unsurnya
- % massa dan Ar masing-masing unsurnya
- perbandingan massa dan Ar masing-masing unsurnya

Rumus molekul: bila rumus empirisnya sudah diketahui dan Mr juga diketahui maka rumus molekulnya dapat ditentukan.

Contoh: Suatu senyawa C den H mengandung 6 gram C dan 1 gram H.
Tentukanlah rumus empiris dan rumus molekul senyawa tersebut bila diketahui Mr nya = 28 !
Jawab:

mol C : mol H = 6/12 : 1/1 = 1/2 : 1 = 1 : 2
Jadi rumus empirisnya: (CH2)n

Bila Mr senyawa tersebut = 28 maka: 12n + 2n = 28 ® 14n = 28 ® n = 2

Jadi rumus molekulnya : (CH2)2 = C2H4

Contoh: Untuk mengoksidasi 20 ml suatu hidrokarbon (CxHy) dalam keadaan gas diperlukan oksigen sebanyak 100 ml dan dihasilkan CO2 sebanyak 60 ml. Tentukan rumus molekul hidrokarbon tersebut !
Jawab:

Persamaan reaksi pembakaran hidrokarbon secara umum

CxHy (g) + (x + 1/4 y) O2 (g) ® x CO2 (g) + 1/2 y H2O (l)
Koefisien reaksi menunjukkan perbandingan mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi.
Menurut Gay Lussac gas-gas pada p, t yang sama, jumlah mol berbanding lurus dengan volumenya

Maka:

mol CxHy : mol O2 : mol CO2 = 1 : (x + 1/4y) : x
20 : 100 : 60 = 1 : (x + 1/4y) : x
1 : 5 : 3 = 1 : (x + 1/4y) : x

atau:

1 : 3 = 1 : x ® x = 3
1 : 5 = 1 : (x + 1/4y) ®
y = 8
Jadi rumus hidrokarbon tersebut adalah : C3H8

>

Guestbook Rolling Widget

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms